We Can Do More Better

Jumat, 19 Oktober 2012

Artikel Kesehatan Seputar Lepra / Kusta / Morbus Hansen

penyakit lepra / kusta
Hai sobat blogers, kali ni q mau review tentang penyakit Kusta Soalnya q prihatin di wilayah kerjaq dah ada 2 penderita so....cari-cari artikel n langsung q posting supaya selalu ingat tanda-tanda penyakit yag satu ini.....
so...chek this out....

Lepra (disebut juga penyakit Kusta / penyakit Hansen / Penyakit Morbus Hansen) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae, yang menyebabkan kerusakan pada kulit dan sistem saraf perifer. Penyakit ini berkembang perlahan-lahan (dari enam bulan sampai 40 tahun) dan dapat menyebabkan lesi pada kulit hingga menjadikan seseorang menjadi cacat. Penyakit Lepra biasanya didapatkan pada tempat yang paling sering lebih dingin dari pada tubuh (misalnya, mata, hidung, telinga, tangan, kaki, dan testis).
Lesi kulit dan cacat pada lepra (kusta / Morbus hansen) bisa dianggap aib bagi beberapa orang dan menjadi alasan secara historis bahwa orang yang terinfeksi dianggap sebagai orang buangan dalam banyak kebudayaan. Meskipun penularan dari manusia ke manusia adalah sumber utama infeksi, tiga spesies lainnya dapat membawa (walaupun jarang) transfer M. leprae manusia yaitu simpanse, monyet, dan armadillo. Penyakit ini disebut penyakit granulomatosa kronis, mirip dengan TBC, karena menghasilkan nodul inflamasi (granuloma) di kulit dan syaraf dari waktu ke waktu.

Asumsi Masyarakat Tentang Lepra / Kusta / Morbus Hansen

Sejak lepra/kusta/morbus hansen ini pertama kali sering muncul pada anggota keluarga, beberapa orang berasusmsi bahwa penyakit lepra itu turun-temurun. Orang lain mencatat bahwa jika ada sedikit kontak atau tidak dengan orang yang terinfeksi, penyakit tersebut tidak menulari orang lain. Akibatnya, beberapa kebudayaan dianggap orang yang terinfeksi (dan kadang-kadang anggota keluarga dekat mereka) sebagai orang buangan dan memerintah mereka tidak bergaul dengan orang yang tidak terinfeksi. Hal ini penting karena selama ini penderita lepra / kusta / morbus hansen sangat sulit untuk mendapatkan dukungan sosial.
Saat ini ada beberapa wilayah di dunia dimana WHO dan lembaga lainnya (misalnya, Leprosy Mission) yang bekerja untuk mengurangi jumlah kasus klinis penyakit lepra (termasuk penyakit lainnya seperti rabies dan schistosomiasis) yang terjadi di daerah terpencil. Meskipun peneliti berharap untuk memberantas penyakit lepra seperti halnya penyakit cacar, wilayah endemik lepra / kusta / morbus hansen yang cukup banyak membuat pemberantasan masih sulit dilaksanakan. Gejala pada penderita lepra bisa bervariasi pada setiap orang yang terinfesi bakteri penyebab. Pengobatan penyakit lepra (kusta/morbus hansen) haruslah dilakukan secara cepat, sebab jika dibiarkan dapat membuat kecacatan penderita semakin terus bertambah.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Crew Puskesmas

Featured Post

Penilaian AKreditasi

Penilaian Akreditasi Puskesmas Seremuk tanggal 21 - 23 November 2019 telah berlangsung kegiatan penilaian Akreditasi Puskesmas, Diharapkan...

Recent Posts

Unordered List

Theme Support